Sertifikasi Guru Tetap Dibiayai Pemerintah

Sebagaimana amanat Undang-Undang nomor 14 tahun 2005 tentang Guru dan Dosen, pemerintah bertanggung jawab melaksanakan program sertifikasi guru dengan anggaran negara. Atas dasar itu, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Anies Baswedan menyatakan program sertifikasi guru melalui Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) dibiayai oleh Pemerintah. Pernyataan Mendikbud tersebut adalah harapan para guru dan agar segera direalisasikan. Karena, sebagian besar guru merasakan adanya ketidakpastian yang berpotensi melahirkan degradasi spirit. Jadi, desakan kepada Mendikbud untuk segera merealisasikan program sertifikasi guru, bukanlah hal yang mengada-ada.
Semua guru dalam jabatan yang diangkat sampai dengan 2005 dan guru yang diangkat dalam periode 2006-2015 yang belum memiliki sertifikat pendidik dapat mengikuti program sertifikasi melalui program PLPG. Di mana, guru yang ingin mendapatkan sertifikat pendidik dibebaskan untuk memilih program sertifikasi yang diselenggarakan oleh LPTK seperti PLPG atau Sertifikasi Guru melalui Pendidikan Profesi Guru (SG-PPG).

Pemerintah melaksanakan beberapa upaya khusus untuk menuntaskan program sertifikasi guru melalui portofolio serta Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) yang sudah dilaksanakan untuk 1.638.240 guru selama ini. Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Dirjen GTK) Sumarna Surapranata, menyebutkan guru yang belum tersertifikasi, yakni 555.467 guru, yang terdiri atas 116.770 guru dalam jabatan yang diangkat sampai dengan 2005 dan 438.697 guru yang diangkat dalam periode 2006-2015. (http://www.kemdikbud.go.id/main/blog/2016/04/). Oleh karena itu, jangan biarkan guru-guru yang belum tersertifikasi dicekoki oleh harapan dan mimpi-mimpi belaka. Jangan biarkan kecemburuan terhadap seniornya yang telah tersertifikasi mengental yang potensial menimbulkan konflik kinerja dalam melaksanakan tugas-tugasnya. Semoga pemerintah segera mengambil kebijakan yang bijaksana demi kebajikan. Semoga. (GPA)
Selengkapnya.. »»  

50 Universitas Terbaik di Indonesia

Situs 4 International Colleges & Universities merupakan mesin pencari pendidikan tinggi internasional dan universitas terakreditasi di seluruh dunia. Dalam situs tersebut dapat ditemukan 11.606 sekolah tinggi dan universitas yang masuk peringkat kepopuleran dari 200 negara.
Sekolah tinggi atau universitas tersebut, sudah memenuhi beberapa persyaratan. Diantaranya, secara resmi berlisensi atau diakreditasi oleh badan nasional atau regional seperti kementerian pendidikan dan diakui organisasi akreditasi pendidikan tinggi.
Dari sekitar 400 kampus terbaik yang ada di Indonesia tahun 2016, berikut disajikan 50 Rangking Kampus Terbaik, yakni:
1.                      Institut Teknologi Bandung
2.                      Universitas Gadjah Mada
3.                      Universitas Indonesia
4.                      Universitas Sebelas Maret
5.                      Universitas Padjadjaran
6.                      Universitas Pendidikan Indonesia
7.                      Universitas Diponegoro
8.                      Universitas Negeri Yogyakarta
9.                      Universitas Brawijaya
10.                Universitas Airlangga
11.                Universitas Gunadarma
12.                Institut Pertanian Bogor
13.                Universitas Mercu Buana
14.                Universitas Bina Nusantara
15.                Universitas Sumatera Utara
16.                Universitas Udayana
17.                Universitas Riau
18.                Universitas Lampung
19.                Institut Teknologi Sepuluh Nopember
20.                Universitas Negeri Semarang
21.                Universitas Hasanuddin
22.                Universitas Trisakti
23.                Telkom University
24.                Universitas Muhammadiyah Surakarta
25.                Universitas Islam Indonesia
26.                UIN Sunan Ampel – Surabaya
27.                Universitas Muhammadiyah Malang
28.                Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara
29.                Universitas Negeri Malang
30.                Universitas Sriwijaya
31.                Universitas Kristen Petra
32.                Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta
33.                Universitas Esa Unggul
34.                Universitas Jember
35.                Universitas Bengkulu
36.                Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya
37.                Universitas Muhammadiyah Yogyakarta
38.                Universitas Atma Jaya Yogyakarta
39.                Universitas Syiah Kuala
40.                Universitas Ahmad Dahlan
41.                Universitas Jenderal Soedirman
42.                Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta
43.                Universitas Andalas
44.                Universitas Komputer Indonesia
45.                Universitas Negeri Medan
46.                Universitas Sam Ratulangi
47.                Universitas Jambi
48.                Universitas Sanata Dharma
49.                Universitas Pelita Harapan
50.                Universitas Tadulako
(http://www.infodikdas.com/2016/01/)
Selengkapnya.. »»  

Seputar UN SMA 2015/2016

Jumlah butir soal dan alokasi waktu UN adalah sebagai berikut:


Kriteria Pencapaian Kompetensi Lulusan Berdasarkan Hasil UN
Nilai hasil UN dilaporkan dalam rentang nilai 0 (nol) sampai dengan 100 (seratus), dengan tingkat pencapaian kompetensi lulusan dalam kategorisebagai berikut:
a)   sangat baik, jika nilai lebih dari 85 (delapan puluh lima) dan kurang dari atau sama dengan 100 (seratus);
b)  baik, jika nilai lebih dari 70 (tujuh puluh) dan kurang dari atau sama dengan 85 (delapan puluh lima);
c)   cukup, jika nilai lebih dari 55 (lima puluh lima) dan kurang dari atau sama dengan 70 (tujuh puluh); dan
d)  kurang, jika nilai kurang dari atau sama dengan 55 (lima puluh lima).

Jadwal Kegiatan UN SMA
UN SMA:  4 – 6 April 2016
UN Susulan SMA: 11 – 13 April 2016
UN Perbaikan:  Oktober 2016
Pengumuman Kelulusan dari Satuan Pendidikan:  7 Mei 2016




(Sumber  Prosedur Operasional Standar Penyelenggaraan Ujian Nasional Tahun Pelajaran 2015/2016)
Selengkapnya.. »»  

PANDUAN PENDAFTARAN BEASISWA BIDIKMISI TAHUN 2016

A. Jadwal Pendaftaran Bidikmisi 2016
·         Pendaftaran Sekolah dilaksanakan pada 15 Januari - 1 September.
·         Pendaftaran Siswa dilaksanakan pada 15 Januari – 1 September
·         Pendaftaran Bidikmisi PMDK-PN dilaksanakan pada 9 Februari – 8 Mei
·         Pendaftaran Bidikmisi SNMPTN dilaksanakan pada 10 Februari – 12 Maret
·         Pendaftaran Bidikmisi SBMPTN dilaksanakan pada 16 Maret – 3 Juni
·         Pendaftaran Bidikmisi Jalur Mandiri PTN dilaksanakan pada 10 Februari – 1 September
·         Pendaftaran Bidikmisi Jalur Mandiri PTS dilaksanakan pada 10 Februari – 1 September
B. Panduan Tata Cara Pendaftaran Beasiswa Bidikmisi
Bidikmisi terdiri dari beberapa jalur, diantaranya jalur SNMPTN, SBMPTN, PMDK-PN, Bidikmisi jalur mandiri Pergurun Tinggi Negeri dan Swasta.
Berikut langkah-langkah pendaftarannya:
1)     Pendaftaran melalui SNMPTN 2016
·         Sekolah melakukan pendaftaran Bidikmisi sebagai pemberi rekomendasi kepada siswa calon peserta Bidikmisi. Sekolah mendaftarkan diri sebagai instansi pemberi rekomendasi kepada pendaftar bidikmisi melalui lamanbidikmisi.dikti.go.id dengan melampirkan hasil scan untuk mendapatkan nomor Kode Akses Sekolah.
·         Dirjen dikti akan memverifikasi pendaftaran dalam kurun waktu 1 x 24 jam
·         Sekolah login ke bidikmisi.dikti.go.id menggunakan NPSN dan Kode Akses Sekolah untuk merekomendasikan masing-masing peserta Bidikmisi
·         Sekolah memberikan nomor pendaftaran dan kode akses kepada masing masing siswa yang sudah direkomendasikan
·         Siswa melakukan pendaftaran online Bidikmisi. Pendaftaran melalui situs resmi pendaftaran Bidikmisi siswa, yaituhttp://bidikmisi.dikti.go.id. Siswa bisa login menggunakan nomor pendaftaran dan kode akses siswa.
2)     Pendaftaran melalui SBMPTN 2016
·         Calon peserta penerima beasiswa Bidikmisi terlebih dahulu mempelajari prosedur pendaftaran melalui http://bidikmisi.dikti.go.id/
·         Selanjutnya, mendaftar melalui lamanhttp://bidikmisi.dikti.go.idKemudian cetak kartu tanda peserta Bidikmisi.
·         Calon peserta penerima beasiswa Bidikmisi yang dinyatakan memenuhi persyaratan oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Ristek (Menristek) dan Pendidikan Tinggi akan memperoleh Kode Akses Pendaftaran (KAP) dan Personal Indentification Number (PIN) untuk mendaftar SBMPTN 2016 melalui laman http://pendaftaran.sbmptn.or.id, tanpa harus membayar biaya seleksi.
·         Calon peserta penerima beasiswa Bidikmisi yang telah dinyatakan lulus melalui SNMPTN dan berkeinginan untuk mendaftar SBMPTN, maka PIN yang telah diperoleh dinyatakan tidak berlaku dan yang bersangkutan harus membayar biaya seleksi dengan menggunakan KAP yang telah diperoleh sebelumnya.
3)     Pendaftaran melalui PMDK-PN 2016
·         SMA/SMK/MA/MAK negeri maupun swasta, termasuk sekolah RI yang ada di luar negeri.
·         Sekolah terdaftar sebagai peserta Ujian Nasional (UN) 2016
·         Siswa SMA/SMK/MA/MAK kelas terakhir yang mengikuti UN pada tahun 2016.
·         Memiliki Nomor Induk Siswa Nasional (NISN).
·         Memperoleh rekomendasi dari Kepala Sekolah.
·         Memiliki prestasi akademik di sekolah setiap semester.
·         Pendaftaran melalui Seleksi Mandiri PTN dan PTS
4)     Pendaftaran Bidikmisi jalur mandiri Pergurun Tinggi Negeri dan Swasta
Khusus untuk pendaftaran melalui Seleksi Mandiri PTN dan PTS harus melengkapi persyaratan pendaftaran sesuai dengan aturan PTN atau PTS masing-masing dengan cara mengunjungi situs web universitas tersebut.
C. Pendaftaran Ulang Beasiswa Bidikmisi
Setelah menyelesaikan tahap pendaftaran online, kemudian mendaftar dan mengikuti seleksi Bidikmisi SNMPTN, Bidikmisi SBMPTN, Bidikmisi PMDK Politeknik, Bidikmisi jalur Mandiri PTN, atau Bidikmisi jalur Mandiri PTS. Selanjutnya melengkapi berkas yang akan dibawa pada saat melakukan pendaftaran ulang seleksi masuk. Berkas-berkas tersebut berupa :
1)       Kartu peserta dan formulir pendaftaran program Bidikmisi yang dicetak dari sistem Bidikmisi
2)       Surat keterangan lulus dari Kepala Sekolah.
3)       Fotokopi rapor semester 1 (satu) s.d. 6 (enam) yang dilegalisir oleh Kepala Sekolah.
4)       Fotokopi ijazah yang dilegalisir oleh Kepala Sekolah.
5)       Fotokopi nilai ujian akhir nasional yang dilegalisir oleh Kepala Sekolah.
6)       Surat keterangan tentang prestasi/peringkat siswa di kelas dan bukti pendukung prestasi lain di bidang ko-kurikuler dan ekstrakurikuler yang disahkan (legalisasi) oleh Kepala Sekolah.
7)       Kartu Pengaman Sosial (KPS/BSM) (jika merupakan penerima BSM).
8)       Surat Keterangan Penghasilan Orang tua/wali atau Surat Keterangan Tidak Mampu yang dapat dibuktikan kebenarannya, yang dikeluarkan oleh Kepala desa/Kepala dusun/Instansi tempat orang tua bekerja/tokoh masyarakat.
9)       Fotokopi Kartu Keluarga atau Surat Keterangan tentang susunan keluarga.
10)  Fotokopi rekening listrik bulan terakhir (apabila tersedia aliran listrik) dan atau bukti pembayaran PBB (apabila mempunyai bukti pembayaran) dari orang tua/wali-nya.


Selengkapnya.. »»